| S | S | R | K | J | S | M |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jul | ||||||
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
Anda Pengunjung Abdimedia.com
Ke : 7325154
|
Wisatawan mancanegara dan dalam negeri mengunjungi Tanjung Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Berbeda dengan Pantai Kuta di Bali, wajah Pantai Bira yang masih polos dan perawan membuat nuansa alam sangat kental terasa. Sulsel, (SND/AMO) –
Akhir pekan ini wisatawan datang dari berbagai penjuru kota dan negara untuk menikmati indahnya panorama Laut Bira.Tanjung Bira yang terletak di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, memang sudah tersohor dengan air lautnya yang jernih. Tak hanya pantainya yang bersih dan terumbu karang di manamana, perpaduan alam antara pantai dan gunung di Tanjung Bira jadi keindahan tersendiri. Tebing karang berdiri kokoh dengan tekstur yang alamiah seolah membatasi pantai.Di ujung pantai,pemandangan karang yang menjorok ke laut terlihat sangat eksotik. Bahkan, ratusan pohon kelapa yang menjulang tinggi juga samar-samar terlihat. Satu yang pasti, kesempurnaan Tanjung Bira ini ada pada pasir putih yang terhampar menyisiri sepanjang bibir pantai yang jaraknya hampir tiga kilometer. Pasirnya sangat khas karena halus,lembut seperti tepung, dan dingin. Berbeda dengan pantai Kuta di Bali, wajah Pantai Bira yang masih polos dan perawan membuat nuansa alam sangat kental terasa.Karena itu,bagi wisatawan yang menikmati segala macam kegiatan di pantai—mulai berenang, menyelam,snorkling,ataupunberjemur di pasir putih—akan merasa bahwa inilah pantai yang sesungguhnya. Lingkungan pantainya masih polos bisa terlihat dari berfungsinya pantai ini oleh masyarakat setempat sebagai tempat berdagang, ataupun sebagai dermaga penyeberangan ke satu pulau kecil di seberang yang bernama Liukangloe. Jejeran perahu nelayan pun masih terlihat di sepanjang pantai kala mereka tidak melaut. Cukup kontras pemandangan yang terlihat antara masyarakat setempat yang sibuk dan aktivitas ekonomi,serta wisatawan yang sedang mengisi liburan. Bira memang belum ditata menjadi tempat tujuan wisata sepenuhnya laiknya pantai- pantai yang lain. Namun, pemandangan kontras tersebut menjadi sebuah keunikan tersendiri yang kemudian menjadi ciri khas Pantai Bira. Meski begitu, antara wisatawan dan masyarakat asli samasama tetap saling berinteraksi.Keramahan dan keterbukaan orang-orang Bira membuat wisatawan juga merasa menikmati liburan dengan tenang. Pemandangan kontras tapi selaras ini bisa terlihat di dua waktu.Kala pagi hari, suasana pantai lebih ramai. Orang-orang setempat mulai membuka warung dagangan. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang menyisiri pantai hanya untuk sekadar mencari kerang.Kerang ini kemudian dikreasikan dalam berbagai bentuk pernak-pernik yang kemudian dijual kepada wisatawan. Pemandangan lainnya adalah satu per satu kapal penumpang dari Pulau Liukangloe mulai merapat di bibir pantai.Masingmasing penumpang menurunkan bekal belanjaannya. Sementara,para wisatawan memilih untuk bangun pagi-pagi agar tidak ketinggalan momen matahari terbit (sunrise) daribalikgunung.Setelahitu, mereka langsung memulai segala aktivitas yang biasa dilakukan di pantai. Langsung mencebur ke laut dan merasakan segarnya air yang jernih pun tidak ada salahnya. Bagi yang belum mahir berenang, sebaiknya menyewa ban karet untuk membantu tetap mengapung di air. Banyak tempat penyewaan ban yang siap melayani di tepi pantai dengan harga sewa Rp2.000 hingga Rp5.000. Keramaian di pantai biasanya berangsur-angsur sepi menjelang siang hari.Teriknya matahari membuat mereka memilih untuk istirahat dan mulai bermain lagi di pantai saat sore hari. K a l a s o r e hari inilah akan terlihat kembali pemandangan kontras yang cukup mengesankan. Wisatawan kembali turun ke pantai.Biasanya mereka lebih memilih untuk berjemur atau sekadar mandi-mandi di laut yang dangkal sambil menunggu panorama matahari terbenam (sunset) di ujung laut biru. Sementara orang-orang seberang pulau terlihat kembali dari aktivitasnya dan siap pulang dengan barangbarang hasil belanjaan. Kapal-kapal penumpang perlahan meninggalkan pantai. Siluet kapal tersebut di antara sisa-sisa sinar matahari senja terlihat begitu indah. Sisi yang paling sempurna untuk menyaksikan segala pemandangan ini adalah di atas bukit. Di pinggiran bukit yang berbatasan langsung dengan pantai,terdapat jejeran kursi lengkap dengan pelindungnya. Dari sini, sepanjang pantai berpasir putih bisa terlihat. Nun jauh di ujung laut juga terlihat Pulau Liukangloe. Di sini pulalah sinar lampu Mercusuar Pelabuhan Pulau Selayar yang juga terkenal dengan wisata laut Takaboneratenya bisa terlihat kala malam hari. Malam hari biasanya digunakan untuk menyusuri pantai hingga rebahan di pasir yang lembut dan menikmati langit yang penuh bintang. Ini bisa menjadi terapi. Hingga tengah malam menjelang, wisatawan bisa berbaur dengan para nelayan yang baru tiba melaut.Hasil tangkapannya pun terkadang dibeli wisatawan. Wajarlah jika ada yang berpendapat jika ingin melihat semua pemandangan tentang laut, maka datanglah ke Tanjung Bira.(*) |
AWAS WARTAWAN AMO GADUNGAN
TANYAKAN ID CARD RESMI DARI AMO